Harry Potter and the Order of the Phoenix: Reviewed

14 07 2007

Well, akhirnya saya melanjutkan tradisi nonton pilem Harry Potter di TO beberapa hari yang lalu (12/7). FYI, pada awalnya rombongan yang secara tak resmi dipimpin oleh Arya Gunawan (diikuti sepupunya, Teguh Iswara Suardi) berencana nonton di hari premiere, tapi sayangnya tiket pemutaran jam pertama sudah habis… Gak habis pikir sih, padahal Transformers yang jelas-jelas jauh lebih keren gak rame bgitu… Makassar payah nih!

Kami pun sudah memutuskan tuk nonton hari Kamis itu juga. Padahal sebelum hari H itu, sebagian besar anggota rambongan sudah diwanti-wanti kalo film adaptasi buku kelima seri Harry Potter ini sangat mengecewakan. Mendengar itu kami sendiri pun datang tidak dengan ekspektasi tinggi, agak trauma bakal kecewa lagi kayak wkt nobar Spider-Man 3 ato pun Ghost Rider (yang pertama itu yang paling bikin shock. Secara tak sadar kami memakai Spider-Man 3 sebagai standar film yang jauh dari harapan—mengecewakan!)

To the point aja, yah! HP kali ini jelas-jelas mengecewakan!Kekurangan yang paling terasa itu adalah bagian-bagian yang harusnya digarap oleh sutrada baru, David Yates–akibatnya yang dihasilkan adalah film yang memiliki potensi cerita yang tinggi, namun nyatanya memiliki adegan-adegan yang tak berjalan mulus; belum lagi akting beberapa muka lama yang mulai terasa hambar (ato mungkin memang semua orang Inggris gitu yah? Ah, harusnya bisa lebih baik lah!); ditambah naskah cerita yang betul-betul dibuat pendek, membuat saya merindukan visualisasi detail hari-hari Harry Potter dan kompatriotnya di Hogwats… Hal ini serasa semakin berkurang dari seri ke seri, dan membuat saya beranggapan kalo yang sy nonton itu cuman kumpulan poin-poin penting yang dicatat dan sekedar divisualisasikan.

Menurut pendapat pribadi gw, hal penting itulah yang membuat kisah Harry Potter kali ini serasa singkat dan hampir tak berbekas. Saya membaca semua novel HP dan menurut saya (dan ini mungkin disetujui hampir semua penggemarnya) paling sedikit sebanyak 50% isi novel adalah kisah bagaimana Harry harus menjalani tugas-tugas berat sebagai murid sekolah sihir Hogwarts; bagaimana Harry harus mempelajari mantra baru; dan berbagai masalah sekolah sihir lainnya. Permasalahan penting tentang The Dark Prince pun mengalir bersama cerita-cerita tadi.

Tapi yang saya rasakan dua hari yang lalu itu berbeda… Mungkin bisa memuaskan penggemar, iya. Tapi yah… serasa ada yang kurang dari naskah cerita versi filmnya lah… Yang pasti, seharusnya film HP ini dibuat lebih panjang dan lebih detil. Itu intinya.

Kalo ada yang patut saya puji (termasuk adegan perpisahan kembar legendaris Weasley), tidak lain adalah barisan pemeran baru yang menunjukkan bakat yang luar biasa. Penggambaran Dolores Umbridge dan Luna Lovegood yang mereka lakukan cukup memukau. Kali ini saya sependapat dengan JK Rowling, kalo pemeran Luna udah ‘tepat’ sekali. Lunatic!

Huff… HP kali ini mengecewakan. Banyak adegan yang gak mengalir mulus. Ditambah lagi naskah cerita yang pendeknya minta ampun… Aksi-aksi para pasukan LD dan orde Phoenix juga masih kurang. PLUS pose menjijikkan Voldemort di akhir cerita… hwueek–!! Well… tetap saja para penggemar HP gak boleh melewatkan ini.

Rating: 3/5

————————-
Well, yang terjadi selanjutnya setelah nobar kami tak disangka-sangka. Usai shalat dzuhur, kami menunggu salah seorang teman cewek, Laras. Setelah menunggu sekitar 1/4 jam, kami dikejutkan dengan berita yang dibawa Laras. Tasnya dicuri orang! Waduh, lokasinya di (so called) masjid lagi! Kami memutuskan mencari orang diduga menjadi tersangka. Hasilnya nihil… Gara-gara ciri2 tersangka yang juga samar-samar, kami cuman berputar-putar di MaRI dengan tangan hampa. Yah, semoga pencuri (dan hasil curiannya) ketemu…

Iklan

Aksi

Information

5 responses

14 07 2007
munggur

HP mengecewakan? Hmm, malah setelah baca postingan ini, kok, saya justru tertarik menontonnya. untuk membuktikan bagaimana penggambaran film ini.

Makasih reviewnya. Baru pertama kali mampir, salam kenal.

17 07 2007
bona92

Different people, different opinion… mungkin soalnya dah baca bukunya… kalo gw nontonnya dari sisi visual, kebanyakan analisa sih… sebenernya gw lebih suka sama sutradara HP yang pertama, tapi itu hanya buat personal taste dia, misalnya pilihan shot, framing, colour pallette yang dipake, tapi kalo gw suka banget ama HP Order of the Phoenix. CG fight scene-nya mantep banget! Tapi itu hanya dari sisi visual & cinematography doank. Kalo sisi cerita sih terus terang gw bilang terlalu fast pace, tapi tetep bisa diikuti. Gw setuju banget soal Dolores & Luna, amazing performance! They’ve done a really good job on them! 🙂

Ngomong2… salam kenal :p Hehe.

http://bona92.wordpress.com

to learn the true meaning of victory, go and ask the defeated warrior

17 07 2007
agpisfrick

@Munggur: Silahkan nonton. Ekspektasi saya yang terlalu tinggi sih, kayaknya… Tetap, seperti yang gw bilang di akhir postingan, kalo film HP ini harus ditonton, terutama para penggemar novelnya.

@bona92: Yep. Efek visualnya emang udah lumayan. Yang jd masalah wkt gw nonton di bioskop terdekat kemaren, gw ngerasa banyak adegan yang ‘terpotong’. Kerusakan film, mungkin? Teman yang laen (yang tinggal di kota laen) juga mengklaim hal yang sama…. Oke, overall, film yang lumayan menghibur.
Oh, salam kenal juga! XD
(Dunno where should I post my reply so I post it here… Sorry!)

20 07 2007
bona92

Mungkin juga sih bukan rusak, mungkin disensor? Ga ngerti apa yang musti disensor juga sih. Haha. Abisnya gw pas nonton mulus abis banget. Tapi gw nonton di NZ, jadi mungkin di sini kaga dipotong2 ato di sensor (meskipun menurut gw sih kaga ada yang perlu disensor). Tapi yah gw juga tetep enjoy the movie very much 🙂

http://bona92.wordpress.com

to learn the true meaning of victory, go and ask the defeated warrior

25 07 2007
AmenK

harry potter and the order of phoenix mengecewakan???? Yuuup, setuju banget…..mengingat, memandang dan menimbang bahwa gue “HP freaks”,gue yakin kalo penggemar yang udah baca bakalan kecewa berat. Banyak adegan-adegan yang penting enggak ditampilin, contohnya waktu hermione dan ron jadi prefek, kesempatan sekali seumur hidup ron dipuji sama si kembar waktu jadi keeper quidditch, dan banyak adegan lainnya……Satu hal lagi yang mengecewakan ketika ceritanya ada yang diubah (ketika cho chang yang membocorkan informasi tentang laskar dumbledore!) well, gue cuma bisa menyayangkan kenapa hal-hal sepenting itu gak diperatiin ama pak David Yates…..emang kalo ceritanya diubah gak ngaruh gitu ama cerita berikutnya???? gimana kalo gue aja yang jadi sutradara berikutnya :p (well, dipastikan lebih banyak berjatuhan korban yang protes,he..he…!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: