The Tales of The Boy Who Lived Has Ended

31 07 2007

Setelah tiga hari lamanya, akhirnya sy berhasil menyelesaikan bacaan seri terakhir Harry Potter, Harry Potter and The Deathly Hallows. Mood baca saya sempat rusak gara-gara beberapa kali membaca postingan—sengaja atau tidak sengaja—yang isinya penuh spoiler… Beberapa user di kaskus bahkan dengan ‘berbaik hati’ memberi judul ‘Pencinta Harry Potter Masuk di Sini’ dan menyajikan postingan yang menurut sy bisa membunuh perasaan yang telah ditunggu2 oleh para penggemar novel seri karangan J. K. Rowling ini. Bayangkan, buku terakhir dari sebuah perjalanan seorang Harry Potter yang panjangnya tujuh buku tebal yang kurang lebih ratusan halamannya—makna ‘perjuangan’ kita hilang begitu saja hanya karena membaca spoiler2 tidak berguna itu… Some people wouldn’t mind, but still—

Enough with that. One word for the book: amazing! This is the first English series of the novel that I read—the other six are in Indonesian. Saya mendapatkan kopiannya lewat sebuah forum, berformat PDF. Tentu saja, ketika terjemahan Indonesianya sudah beredar, saya akan membelinya. Tapi membacanya dalam kondisi aslinya jelas berbeda—sedikit, paling tidak.

Sampai di mana tadi? Oh, yeah, bravo—as expected from a last book of such a fantastic journey from a young boy named Harry Potter who lived at Privet Drive with his aunt’s family. Hebat, sungguh hebat—Rowling kembali menyajikan cerita yang rumit—lebih malah—seperti cerita sebelumnya. HP seri terakhir ini beraroma seperti pendahulunya—penuh ketegangan, exciting, a pinch of good humour, and much more tragedy—dan yang jelas tidak membuat penggemar seperti saya kecewa.

SPOILER ALERT>>
Sedikit komentar dengan ceritanya. Pertama, Severus Snape. The Prince is a saint! Yep, dugaan orang selama ini—dan itu termasuk saya—kalo pembunuhan yang ia lakukan di menara Hogwarts merupakan rencana si jenius Dumbledore terbukti benar. Rowling rela memberikan satu chapter di novelnya—Tale of The Prince—untuk melihat bagaimana Snape kecil yang memuja Lilly Evans, bahkan sampai ia mati. Bahkan itu juga alasan ia loyal pada Dumbledore dan Orde-nya…. Tragedi yang paling mengguncangkan hati saya, sebenarnya—saya baru saja benar-benar menyukai Snape ketika memastikan hal ini. To the prince!!!

Kedua, mengenai epilog… Pikiran klo Harry punya anak sampe tiga (semuanya juga pake nama orang hebat: Lilly, Albus Severus—lagi2, sy masih terkesan dgn. Snape… Harry bahkan menyebutnya, “…the bravest men I ever knew”—dan James, yang tertua) dan menikah dgn Ginny sebenarnya adalah hal yang terpikirkan di benak hampir semua orang yang yakin kalo HP akan berakhir bagus. Ron juga berpasangan dengan Hermione—betul2 happy ending. Kecewa sedikit sama epilog yang terlalu pendek… Masih banyak nasib orang lain yang ingin saya ketahui—kecuali ini mungkin tanda Rowling untuk sekuel baru, tapi entah berapa lama… After all, great epilogue!

>>SPOILER ended

Perasaan saya setelah membaca novel ini seakan-akan melepas kepergian seseorang yang sangat dekat… Baru beberapa menit yang lalu saya membacanya dan saya sudah merasa rindu…

Good-bye, Harry. We’ll always remember you—TO THE BOY WHO LIVED!
*cheers*

(Rating: 5/5)

Iklan

Aksi

Information

3 responses

18 08 2007
munggur

aku ga baca postingan ini.
selalu saja ditemukan blog yang memajang resensi harry potter.

padahal aku belum kelar membaca.
nantilah, mungkin kembali lagi tuk baca di sini.

30 09 2007
munggur

Sudah kelar baca. Iya, akhir ceritanya bagus. Ada banyak penjelasan dari cerita2 sebelumnya (buku 1-6).

24 11 2007
agpisfrick

Hmm… Andai saja JK Rowling berani mengambil ending yg betul2 berbeda… 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: