First Task of PTI

12 03 2009

Jangan kaget ketika bahasa yang ada di post ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, karena post ini tugas dari dosen gw… So here goes:

Sudahkah Anda menonton Take Down? Jika belum, sebaiknya berhati-hati membaca postingan ini karena isinya mungkin memiliki spoiler.

Oke, langsung saja…
Kesan pertama yang saya dapatkan dari film itu adalah betapa canggih dan rumitnya sistem telekomunikasi di Amerika, apalagi ternyata setting waktu film itu adalah sekitar sepuluh tahun yang lalu. Berbicara mengenai telekomunikasi, maka tidak salah jika saya menulis bahwa telpon adalah bukti nyata betapa pesatnya perkembangan teknologi penemuan manusia dalam seratus tahun terakhir.

Telpon awalnya direncanakan sebagai telegraf yang mampu ‘berbicara’. Penemuannya sendiri sebenarnya diwarnai dengan klaim hak paten dari orang yang berbeda-beda, tapi sesuai dengan sejarah yang tertulis di buku-buku, Alexander Graham Bell adalah pemegang hak paten atas telpon temuannya. Tahukah Anda bahwa di tahun 1904 menurut AT&T, salah satu perusahaan yang paling awal menjalankan bisnis telpon, terdapat ribuan perusahaan telpon independen dan lebih dari tiga juta unit telpon di rumah-rumah? Sebuah angka yang fantastis.

Era yang ada di dalam film Take Down adalah era di mana perkembangan telekomunikasi sedanng pesat-pesatnya, dan ini yang dimanfaatkan oleh Kevin Mitnick. Komputerisasi pada perusahaan-perusahaan telekomunikasi memang mungkin bisa menguntungkan perusahaan itu sendiri; berbagai biaya tidak perlu bisa dipangkas dan pekerjaan akan menjadi lebih efesien. Tapi setiap perubahan akan mendapat tantangan baru, masalah baru.

Kesan kedua, Kevin Mitnick adalah seorang hacker yang keren. Yeah!
Sebuah kelebihan dalam film (apalagi film Hollywood, surganya dunia perfilman) adalah segala sesuatunya digambarkan benar-benar perfect. Kevin Mitnick digambarkan sebagai orang yang benar-benar jenius. “I just have to know.” Wow. Mitnick adalah sekian dari banyak orang yang sempat mencicipi bagaimana rasanya memiliki kesempatan untuk memiliki segalanya, tapi yang dia inginkan ternyata cuma satu. “The world has a right to know.” Sampai akhir pun yang dipikirkan Mitnick adalah informasi tentang pengetahuan yang ingin dimilikinya: “The question’s always how.”

Istilah hacker sendiri ternyata memiliki silang pendapat. Istilah hacker telah ada terlebih dahulu dalam dunia komputer sebagai sebutan untuk orang yang menerobos sebuah sistem keamanan komputer, in a good way—tujuannya adalah untuk menguji keamanan suatu sistem komputer.

Munculnya komunitas hacker underground yang membahayakan sekuritas data-data perusahaan saat ini membuat pemunculan istilah cracker, hacker yang menerobos sistem keamanan dengan tujuan pribadi tertentu. Yang terjadi kemudian adalah ketidaksetujuan para cracker ini terhadap pengkotakan itu, mereka ingin tetap dianggap hacker, hingga akhirnya muncullah istilah-istilah baru jenis hacker: white hat, black hat, dan seterusnya.

Takedown adalah film kontroversial—karena diangkat dari kisah nyata dan beberapa isinya disangkal oleh Mitnick yang asli—yang menggambarkan dengan baik apa yang harus diingat oleh setiap orang yang melihatnya.

Technology is a double edged sword.

(link tugas ke-2, di sini)

Iklan

Aksi

Information

One response

21 04 2009
wuhugm

Technology is a double edged sword?!!

If u said it like that doesn’t that mean that everything in this world that has a function is a double edged sword?

And actually, if it’s not slashed, it doesn’t matter whether it’s double edged or not……

u can just touch it right? u don’t have to swing your sword everytime dude 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: