Review on Falling Down and Indonesian Movies

25 07 2007

So… malam kemaren gw begadang seperti biasanya (yep—hari2 libur ini jam tidur gw mulai bergeser jadi kurang normal), sambil OL (ini juga sering), ngecek2 forum IKA, gw ingat kalo wkt itu udah sekitar jam 12 malam dan itu berarti film kedua acara ‘Bioskop TransTV’ udah diputar. Setelah dicek… wah—pas mo mulai!

Akhirnya film dimulai. Wuih—untuk ukuran film awal 90-an gw pikir awal film ini keren! Oke, diputuskan kalo film ini menarik dan akhirnya gw mutusin nonton sampe akhir. Semuanya berjalan mulus. Sempat ke kamar kecil dan melewatkan beberapa adegan—ditambah lagi waktu nyiram mie + telur… kebetulan ini udah jadi ritual dalam beberapa hari terakhir, makan mie+telor malem2—tapi overall, gw tetap nikmatin.

Dua poin penting dalam film ini: cerita dan akting. Kedua-duanya brilian. Gw bukan penggemar Michael Douglas tapi penggambaran karakter Billy di film ini luar biasa—BRAVO! Poin kedua: cerita. Betul-betul bukan cerita yang sering dijumpai di film-film Hollywood. Pengerjaan naskahnya juga terlihat rapi… dua jempol deh

Falling Down bercerita tentang seorang bernama Billy (namanya jarang disebutkan dalam film, sempat dijuluki D-Fens—pun on Defense, maybe?—nama plat mobilnya yg ia tinggalkan bgitu sj di awal cerita) yang ingin pulang bertemu putrinya yg tinggal bersama mantan istrinya. Semuanya dalam satu hari yang panas di Amerika. Film ini juga di sisi lain mengupas bagaimana aksi Prendergast di hari di mana ia seharusnya pensiun, tapi ternyata…. ah, pokoknya seru deh! Nonton aja!

Setting ceritanya memang sederhana, tapi isinya banyak mengandung banyak nilai, sebagian besar adalah kekerasan, rasialisme, Nazi-isme, dan laen sebagainya—tapi di akhir cerita terdapat pesan moral luar biasa yang sudah jarang dijumpai saat ini.

Melihat film ini mau tak mau saya membandingkannya dengan film2 lokal yang menghiasi bioskop saat ini. Beda jauh! Dari segi kreativitas kalah total… heran, gak ada orang Indonesia yg mati kebosanan melihat film yang isinya cinta melulu! Yah, klo bukan cinta, balik lagi ke yang seram-seram… Film komedi yang gak garing juga cuman bisa diitung pake jari… Harus saya akui, perfilman Indo emang lagi bangkit—ini dari segi produktivitas—tapi dari segi kualitas, harusnya (harus!) jauh lebih baik…

Falling Down adalah produksi taon 93 kalo gak salah, dan bahkan 14 tahun kemudian cuma sedikit (ato mungkin gak ada!)film Indo yang bisa ngalahin kerumitan & kreativitas ceritanya… I think.

Rating: 4/5

Iklan

Aksi

Information

One response

6 11 2008
johnwati

Mr Billy benar- benar ngestress saat pesan menu breakfast di tolak dan di ganti jadi menu lunch hanya karena telat beberapa menit… hahahaha ….

Film ini banyak dialog & adengan yang menarik….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: